Thursday, August 30, 2012

sawarna trip with FOI, JNC, JJC, YMML agustus 2012


sawarna trip with FOI, JNC, JJC, YMML agustus 2012




Day 1
Menghabiskan waktu liburan lebaran kemarin kami melakukan perjalanan ke Sawarna - Bayah. Kali ini bergabung beberapa teman – teman dari klub lain seperti JJC, JNC, & YMML.

Terhitung 17 motor saat kami berada di meeting point 1 pom bensin tanjung barat. Diantara 17 motor terselip satu rider perempuan dari FOI yang ikut perjalanan kali ini. “Sering sih ke pelabuhan ratu, tapi biasanya diboncengin”, ujar Tessa dari FOI.

Setelah mendapatkan pengarahan dari Achobule yang bertindak sebagai Road Captain dan juga tak lupa berdoa agar mendapatkan perlindungan dari Tuhan YME, kami pun berangkat.

Jalan yang sepi dan tidak ada masalah yang menimpa rombongan membuat kami sampai di meeting point 2 pom bensin Cibadak untuk refuel pada pukul 03.30. Kami beristirahat sejenak sambil menunggu langit mulai terang. Sarapan semangkuk bubur ayam cukup mengganjal perut kami sebelum masuk Cikidang jalan alternatif Cibadak – Pelabuhan Ratu.

Kali ini Pelabuhan Ratu hanya kami lewati karena begitu ramainya orang yang berlibur kesana. Jalan yang agak keriting menyambut kami selepas dari Pelabuhan Ratu tapi semua terbayar lunas oleh keindahan alam yang dapat kita nikmati sepanjang perjalanan.

Sampai di Bayah hari sudah agak siang, setelah mencari penginapan dan makan siang sambil beristirahat, kami langsung menuju Pantai Sawarna. Jalan yang sepenuhnya pasir pantai memaksa kami dan tunggangan kami bekerja keras untuk sampai pantai yang dituju. Maklum belum terjamah, jalan masuknya hanya sebuah jembatan gantung yang sempat membuat jantung berdegup kencang waktu melewatinya.

Day 2, Back to Jakarta
Oke selesai sudah perjalanan kali ini, rombongan teman – teman dari JJC, JNC dan YMML sudah lebih dahulu pulang menuju Jakarta pada pagi hari. Setelah briefing dan berdoa kami berangkat menuju Jakarta. Ternyata baru berjalan 10 menit masalah menimpa salah satu anggota rombongan, jarangnya bengkel yang buka harus membuat Yodi & Tyo yang bertugas sebagai sweeper men-jejek / setut ( dorong motor pakai kaki ) dari Bayah sampai Pelabuhan Ratu dengan jarak kurang lebih 50 km dan kontur jalan yang naik turun. Beruntung ada teman – teman dari Mamank Racing yang membantu kami gantian mendorong. Never ending brotherhood on the street.

Sampai di Cibadak rombongan terpecah menjadi dua karena lalu lintas yang sangat padat. Dua orang yang telah sampai meeting point terakhir di pom bensin Jambu dua Bogor, terpaksa harus balik lagi ke daerah Batu Tulis karena masalah kembali menimpa salah satu anggota rombongan. Perjalanan kali ini cukup memberikan kami pelajaran akan pentingnya kesiapan kondisi fisik rider dan tunggangannya sebelum melakukan perjalanan. See you next trip, We never leave you behind. Tyo FOI

Wednesday, July 25, 2012

Perjalanan Jauh Fino Owners Indonesia (FOI), Jakarta-Kediri-Jakarta

Perjalanan Jauh Fino Owners Indonesia (FOI), Jakarta-Kediri-Jakarta

 
 

Fino Owners Indonesia Jelajah Jakarta-Kediri-Jakarta

Lima anggota FOI yang terdiri dari Saya sendiri Achobule, Nunu, Tyo, Antz dan Teguh menjelajah menggunakan skutik Yamaha Fino. Hari pertama riding dari Jakarta menuju Baturaden via Cirebon, kelelahan melanda para bikers karena melewati jalur utara yang membosankan. Tim berjalan selama 6 jam dari Jakarta-Cirebon.
Perjalanan selanjutnya dipilih jalur Ajibarang-Bumiayu-Brebes-Tegal menuju Baturaden-Purwokerto. “Kami disuguhkan keindahan pemandangan alam berupa gunung dan aliran sungai yang jernih sepanjang perjalanan yang cukup menghapus lelah kami dengan makan malam Soto Sokaraja,”
Pada hari kedua, dari Baturaden hingga Jogjakarta, perjalanan melewati Wonosobo untuk melihat keindahan dataran tinggi Dieng. “Tanjakan curam yang menguras fisik Fino kami tak menyurutkan niat kami untuk menuju Dieng. Tiba di Jogjakarta pada malam hari, dilanjutkan menikmati angkringan ditemani sobat-sobat dari Jogjakarta sebelum menuju penginapan di Kaliurang,” kenangnya
Rute selanjutnya Jogjakarta menuju Kediri. Sebelum berangkat dijamu oleh pihak Yamaha Harpindo Jaya Jogjakarta untuk service dan ganti oli. Melewati jalur Solo-Sragen-Ngawi-Nganjuk merupakan tantangan tersendiri bagi kami.
“Akhirnya tiba di Kediri. Percaya atau tidak tapi kami sampai di Kediri menunggangi skuter dengan kapasitas mesin (kebetulan semua peserta telah melakukan Bore Up) 150 cc. Setelah sesi foto-foto di Monumen 45 dan Simpang Lima, kami menuju Yamaha Timbul Jaya Kediri untuk memperbaiki sedikit masalah pada Fino,”
Selepas dari Kediri diteruskan perjalanan balik ke Jakarta via Jogjakarta, Tasikmalaya dan Puncak.”Trip-trip seperti ini menambah pengalaman, mengasah skill, mental, fisik, menambah jam riding dan tentu saja punya nilai-nilai tersendiri selain pengalaman spiritual buat masing-masing peserta. Apalagi bertemu begitu banyak sahabat baru di setiap daerah yang disinggahi, mengenal lebih dekat kultur, budaya, sosial, termasuk penduduk setempat dan bonusnya adalah keindahan pemandangan alam Indonesia sunggu luar biasa. [dp-Tyo]

Sunday, July 1, 2012

Isle of Man TT Feature

The International Isle of Man TT (Tourist Trophy) Race is a motorcycle racing event held on the Isle of Man and was for many years the most prestigious motorcycle race in the world. The event was part of the FIM Motorcycle Grand Prix World Championship during the period 1949–1976 before being transferred to the United Kingdom after safety concerns and run by the FIM as the British Grand Prix for the 1977 season. The Isle of Man TT Races became part of the TT Formula 1 Championship during the period 1977–1990 to preserve the event's racing status. From 1989 the racing has been developed by the Isle of Man Department of Tourism as the Isle of Man TT Festival.

The TT races are extremely dangerous because of the high speeds on very narrow, twisting streets, roads and lanes flanked by stone walls and even buildings. Between 1907 and 2009 (at the end of 2009 TT races period) there have been 237 deaths during official practices or races on the Snaefell Mountain Course (this number includes the riders killed during Manx Grand Prix and the Clubman TT races)

Achobule: Mio J Memang Dahsyat, 1 Liter Untuk Jarak 70 Kilometer

29/02/2012 13:30News Update, Moto ShareAuthor: Ridho
Jum’at (24/02/12), kemarin menjadi ajang pembuktian ketangguhan Yamaha Mio J. Ya, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menggelar tes ride (touring) dari Yogyakarta menuju Bandung dengan total jarak tempuh mencapai 500 kilometer. Bukan hanya wartawan yang mengikuti tes kehandalan dah kehematan BBM salah satu varian matik terbaru Yamaha ini. Namun bikers juga dilibatkan untuk menjelajah jalan dengan berbagai kondisi, selama tiga hari (24-25-26/02/12).
Salah satu bikers yang bergabung adalah Achobule Pattauri. Pendiri klub Fino Owners Indonesia (FOI) ini turut merasakan kecanggihan mesin Mio J. Lelaki asal Bali ini bergabung bersama 21 peserta lain untuk etape kedua (Purwokerto-Bandung). Acho bersama Kung Adi (Jakarta Nouvo Club) bertindak sebagai road captain. Jalan rusak, bergelombang, turunan sampai tanjakan dilibas habis. Hebatnya, konsumsi Mio J sangat fantastis, satu liter pertamax plus untuk jarak 70 kilometer.
Saat peserta rehat untuk makan siang di restoran Sunda, Asep Strawberry Nagrek, Jawa Barat, Acho membeberkan penilaian terhadap motor yang ditungganginya. Menurutnya, konsumsi bahan bakar Mio J memang benar-benar magic! Pasalnya, jarum penunjuk bensin terlihat lambat turun. “Gokil banget deh. Yamaha Mio J memang benar-benar magic. Konsumsi bahan bakar irit, handling oke, apalagi rem depan dan belakang nggak ada yang ngalahin,” paparnya. Walau pada touring hanya kebagian jarak 200 meter, namun dirinya mengaku puas.
“Untuk yang suka motor kenceng tapi irit, Mio J jawabannya. Jalanan Jakarta yang macet bisa dilalui motor ini dengan mudah karena memang lincah dan responsif. Saya puas dengan performa keseluruhan dari Mio J. udah deh nggak usah banyak tanya, lebih baik buruan ke dealer Yamaha dan beli Yamaha Mio J,” tutupnya. 

Monday, June 25, 2012

Achobule: Yamaha Mio Fino, The Best Banget Deh!




Achobule: Yamaha Mio Fino, The Best Banget Deh!

29/01/2012 13:00Moto Solidarity | Author: Ridho

Kehadiran Yamaha Mio Fino di Indonesia memang tinggal beberapa waktu lagi. Karena itu, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) mempersiapkan dengan matang konsep peluncuran motor berkonsep fashionable ini. Karena itu, untuk mengetahui ketangguhan motor bermesin 115cc ini PT YIMM mengadakan tes ride dikawasan Ciwalk, Bandung Rabu (25/01/12).
Selain jurnalis otomotif, beberapa riders juga turut andil demi merasakan kenikmatan berkendara bareng Yamaha Mio Fino. Salah satunya adalah penggagas klub Fino Owners Indonesia (FOI), Achobule Pattauri.Lelaki yang kerap tampil eksentrik ini turut hadir karena jauh sebelum Mio Fino lahir di Indonesia, dirinya sudah memiliki dua unit Yamaha Fino Thailand (CBU dan konversi). Acho langsung tancap gas setelah mendapat kesempatan untuk mengelilingi area parkiran Ciwalk Bandung sejauh 2-3 kilo. Setelah uji coba dirinya mengaku sangat puas dengan Yamaha Mio Fino. Menurutnya, produk terbaru dari pabrikan berlogo garpu tala ini tidak berbeda jauh dengan produk Fino Thailand dalam hal kualitas.Yamaha Mio Fino sangat komplet dan the best banget menurutnya. Selain itu, handling mantap dan tarikan sangat responsif. Selain itu, suspensi belakang berdiri kokoh membuat bantingan tidak terasa dan tetap stabil. “Menurut gue sih Mio Fino komplit banget. Semuanya dari bodi, warna, striping, handling sampai tarikan. Shock belakang kokoh dan nggak kendor dan menurut gue itu cocok untuk pengendara laki-laki. Pasalnya, dengan demikian getaran dan bantingan jadi nggak kerasa,” paparnya, dihubungi www.motodream.net via ponsel.
Acho menambahkan, selain itu masih ada lagi yakni power yang tetap oke serta suara mesin sangat halus. Sementara, ukuran jok yang cukup lebar membuat pengendara merasakan kenyamanan. “Nggak ada kurangnya deh sama motor ini (Mio Fino). Semua nggak ada masalah, sangat cocok untuk perempuan atau laki-laki. Tampilan oke, mesin mumpuni dan semua panel didesain semodern mungkin,” tutupnya.


Fino Owners Indonesia on Jakarta Belum Tidur ANTV



fino owners indonesia on Jakarta Belum Tidur ANTV, with host Nikita Mirzani