Wednesday, July 25, 2012

Perjalanan Jauh Fino Owners Indonesia (FOI), Jakarta-Kediri-Jakarta

Perjalanan Jauh Fino Owners Indonesia (FOI), Jakarta-Kediri-Jakarta

 
 

Fino Owners Indonesia Jelajah Jakarta-Kediri-Jakarta

Lima anggota FOI yang terdiri dari Saya sendiri Achobule, Nunu, Tyo, Antz dan Teguh menjelajah menggunakan skutik Yamaha Fino. Hari pertama riding dari Jakarta menuju Baturaden via Cirebon, kelelahan melanda para bikers karena melewati jalur utara yang membosankan. Tim berjalan selama 6 jam dari Jakarta-Cirebon.
Perjalanan selanjutnya dipilih jalur Ajibarang-Bumiayu-Brebes-Tegal menuju Baturaden-Purwokerto. “Kami disuguhkan keindahan pemandangan alam berupa gunung dan aliran sungai yang jernih sepanjang perjalanan yang cukup menghapus lelah kami dengan makan malam Soto Sokaraja,”
Pada hari kedua, dari Baturaden hingga Jogjakarta, perjalanan melewati Wonosobo untuk melihat keindahan dataran tinggi Dieng. “Tanjakan curam yang menguras fisik Fino kami tak menyurutkan niat kami untuk menuju Dieng. Tiba di Jogjakarta pada malam hari, dilanjutkan menikmati angkringan ditemani sobat-sobat dari Jogjakarta sebelum menuju penginapan di Kaliurang,” kenangnya
Rute selanjutnya Jogjakarta menuju Kediri. Sebelum berangkat dijamu oleh pihak Yamaha Harpindo Jaya Jogjakarta untuk service dan ganti oli. Melewati jalur Solo-Sragen-Ngawi-Nganjuk merupakan tantangan tersendiri bagi kami.
“Akhirnya tiba di Kediri. Percaya atau tidak tapi kami sampai di Kediri menunggangi skuter dengan kapasitas mesin (kebetulan semua peserta telah melakukan Bore Up) 150 cc. Setelah sesi foto-foto di Monumen 45 dan Simpang Lima, kami menuju Yamaha Timbul Jaya Kediri untuk memperbaiki sedikit masalah pada Fino,”
Selepas dari Kediri diteruskan perjalanan balik ke Jakarta via Jogjakarta, Tasikmalaya dan Puncak.”Trip-trip seperti ini menambah pengalaman, mengasah skill, mental, fisik, menambah jam riding dan tentu saja punya nilai-nilai tersendiri selain pengalaman spiritual buat masing-masing peserta. Apalagi bertemu begitu banyak sahabat baru di setiap daerah yang disinggahi, mengenal lebih dekat kultur, budaya, sosial, termasuk penduduk setempat dan bonusnya adalah keindahan pemandangan alam Indonesia sunggu luar biasa. [dp-Tyo]

Sunday, July 1, 2012

Isle of Man TT Feature

The International Isle of Man TT (Tourist Trophy) Race is a motorcycle racing event held on the Isle of Man and was for many years the most prestigious motorcycle race in the world. The event was part of the FIM Motorcycle Grand Prix World Championship during the period 1949–1976 before being transferred to the United Kingdom after safety concerns and run by the FIM as the British Grand Prix for the 1977 season. The Isle of Man TT Races became part of the TT Formula 1 Championship during the period 1977–1990 to preserve the event's racing status. From 1989 the racing has been developed by the Isle of Man Department of Tourism as the Isle of Man TT Festival.

The TT races are extremely dangerous because of the high speeds on very narrow, twisting streets, roads and lanes flanked by stone walls and even buildings. Between 1907 and 2009 (at the end of 2009 TT races period) there have been 237 deaths during official practices or races on the Snaefell Mountain Course (this number includes the riders killed during Manx Grand Prix and the Clubman TT races)

Achobule: Mio J Memang Dahsyat, 1 Liter Untuk Jarak 70 Kilometer

29/02/2012 13:30News Update, Moto ShareAuthor: Ridho
Jum’at (24/02/12), kemarin menjadi ajang pembuktian ketangguhan Yamaha Mio J. Ya, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menggelar tes ride (touring) dari Yogyakarta menuju Bandung dengan total jarak tempuh mencapai 500 kilometer. Bukan hanya wartawan yang mengikuti tes kehandalan dah kehematan BBM salah satu varian matik terbaru Yamaha ini. Namun bikers juga dilibatkan untuk menjelajah jalan dengan berbagai kondisi, selama tiga hari (24-25-26/02/12).
Salah satu bikers yang bergabung adalah Achobule Pattauri. Pendiri klub Fino Owners Indonesia (FOI) ini turut merasakan kecanggihan mesin Mio J. Lelaki asal Bali ini bergabung bersama 21 peserta lain untuk etape kedua (Purwokerto-Bandung). Acho bersama Kung Adi (Jakarta Nouvo Club) bertindak sebagai road captain. Jalan rusak, bergelombang, turunan sampai tanjakan dilibas habis. Hebatnya, konsumsi Mio J sangat fantastis, satu liter pertamax plus untuk jarak 70 kilometer.
Saat peserta rehat untuk makan siang di restoran Sunda, Asep Strawberry Nagrek, Jawa Barat, Acho membeberkan penilaian terhadap motor yang ditungganginya. Menurutnya, konsumsi bahan bakar Mio J memang benar-benar magic! Pasalnya, jarum penunjuk bensin terlihat lambat turun. “Gokil banget deh. Yamaha Mio J memang benar-benar magic. Konsumsi bahan bakar irit, handling oke, apalagi rem depan dan belakang nggak ada yang ngalahin,” paparnya. Walau pada touring hanya kebagian jarak 200 meter, namun dirinya mengaku puas.
“Untuk yang suka motor kenceng tapi irit, Mio J jawabannya. Jalanan Jakarta yang macet bisa dilalui motor ini dengan mudah karena memang lincah dan responsif. Saya puas dengan performa keseluruhan dari Mio J. udah deh nggak usah banyak tanya, lebih baik buruan ke dealer Yamaha dan beli Yamaha Mio J,” tutupnya.